Rabu, 13 April 2016

DOLANANE BOCAH SUREN KUTOARJO JAMAN SAIKI

 Uji coba peluncuran permainan roket air di Desa Suren

SUREN – Jaman dulu, anak-anak desa Suren Kutoarjo, memiliki berbagai permaian tradisional, diantaranya ada lowok (bermain ketangkasan karet gelang), dir-diran (permainan kelereng yang bikin betah ga pulang-pulang), dres-dresan (permainan petak umpet), kasti (sudah tau semua lah ya), bedil-bedilan carang (membuat tembakan mainan memakai ranting bambu), bedil-bedilan gagang gedhang (mainan tembakan berbahan daun pisang), plinteng (semacam ketapel untuk menembak burung), dan lain-lain.

Anak-anak kecil dari Desa Suren terkenal cerdas-cerdas, dan permainan atau dolanan mereka pun mengikuti perkembangan jaman. Saat ini dolanan yang digandrungi anak –anak Desa Suran adalah Permainan Roket Air. Permainan roket air belum terlalu popular di masyarakat Desa Suren. Pasalnya, sebagian besar warga belum pernah menyaksikan langsung roket air meluncur. Biasanya, permaianan roket air hanya ada di media massa, seperti Koran, telivisi, radio yang memberikan berita tersebut.

Berawal dari Tugas Sekolah
Namun, kali ini roket air benar – benar nyata meluncur di Desa Suren. Berbekal searching di mbah Google, Adik Satya Tegar K siswa di salah satu SMP Negeri di Kutoarjo berhasil menyelesaikan tugas sekolahnya membuat roket air tanpa adanya pembelajaran maupun pemberian materi oleh guru. Maklum, di K-13 siswa dituntut mandiri.

Adik Satya Tegar K tanpa ragu membuat roket air dari botol air bekas, pipa PVC, ban bekas, isolatif, dan dop bekas. Setelah kurang lebih 2 jam, ia menunjukkan hasil karyannya ke sang Kakak untuk diuji coba sebelum dibawa ke sekolah.

Uji Coba Pertama
Roket pun diisi air, dipasang sedemikian rupa di pipa PVC, kemudian sang Kakak mempompa angin supaya masuk ke dalam roket. Setelah dirasa, tekanan angin cukup, Adik Satya Tegar K melepas pegangan roket air. Alhasil, roket air meluncur terbang hingga ketinggian 10 meter, jatuh tepat pada jarak 40 meter. Peluncuran pertama dianggap sukses, tapi Adik Satya Tegar K dan Kakaknya basah kuyup.

Diminati Anak – Anak SD
Uji coba roket yang pertama dianggap sukses. Namanya juga, adik Satya Tegar K masih anak kecil belum ada puasnya bermain roket air. Setiap pulang sekolah roket airnya dimainkan terus, hingga beberapa tetangga yang masih SD kebetulan lewat. Permainan tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Spontan, anak-anak SD menonton permainan roket air. Tidak jarang mereka bertanya-tanya seputar roket air dengan nada penasaran, seperti “Kok iso mabur yo mas ?”, “Nek tuku nang endi ?”, bahkan tidak jarang mereka ingin memilikinya “Mas, nggo aku oleh po ra ?”.

Mengenai Kepala Orang
Suatu ketika roket air kembali diluncurkan, kali ini dipompa dengan tekanan yang tinggi., Roket air pun meluncur tidak seperti biasa, tinggi banget sampe melewati 3 rumah. Hingga, akhirnya jatuh di depan rumah lik Sabar, tepat mengenai kepala lik Man (tamunya lik Sabar). Adik Satya Tegar K dan teman-temannya mencari jatuhnya roket air di berbagai titik, tapi tidak ketemu.

Tanpa merasa bersalah dengan mimik wajah bangga roket dapat meluncur luar biasa, iapun menanyakan roket airnya kepada lik Man. Lik Man pun menjawab dengan agak bigung pasalnya tidak mengerti roket air itu apa. “Entes sirahku ketibanan botol a*q*a, tapi duwurku ora ono opo-opo langsung langit, iki po uduk?”. Adik Satya Tegar K pun menjawab bahwa botol tersebut adalah roket air. Lik Man tidak marah maupun jengkel karena memang tidak sakit sama sekali. Beliau penasaran bisa-bisanya sebuah botol dapat diluncurkan.D'Pras

Kontributor : Derajat Prasojo

Sabtu, 19 Maret 2016

DESA SUREN PUSAT PANDE BESI BERKUALITAS TINGGI
Desa Suren berada di Jawa Tengah  tepatnya berada di Kabupaten Purworejo, Kecamatan Kutoarjo -/+ 3 Km dari Stasiun Kutoarjo. Kalau dari Jakarta Kereta Api waktu tempuh 7 jam 39 menit.
.

Desa Suren memang unik selain sentra produksi pertanian, peternakan, di desa ini juga merupakan sentra industri rumah tangga Pande Besi, yang sudah ada puluhan tahun yang lalu.

Desa Suren memang desa yang ngangeni, sering dijadikan tujuan KKN (Kuliah Kerja Nyata) baik dari Universitas di Purworejo atau dari Kampus di Yogyakarta. Wajah Desa Suren adalah ijo royo royo, gemah ripah loh jinawi, merupakan desa yang terkena imbas abu vulkanik Gunung Merapi menjadikan tanah di Desa Suren menjadi subur.

Pande Besi Desa Suren Kutoarjo sangatlah terkenal, baik ragam alat pertanian yang dibuat, kualitas barang, dan kekhasan alat pertaniaan tersebut.Cn








Selasa, 05 Januari 2016

CERITA UNIK PANDE BESI SUREN KUTOARJO JAMAN DULU


Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke rumah Lek Jikin, salah seorang Empu pembuat alat alat pertanian di Desa Suren Kutoarjo. Beliau bercerita suatu kejadian unik dan tidak terlupakan di tahun 1971.

Suatu hari di tahun 1971 Lek Jikin mendapat hadiah dari sahabatnya yaitu 2 buah Bom Peninggalan Belanda yang sudah usang dan sudah nieng (berkarat-red). Lek Jikin sangat senang mendapat hadiah itu dan berencana akan mengolahnya menjadi golok atau sabit. Sambil menghisap rokok poncoroso (salah satu rokok yang beredar di daerah Purworejo dan sekitarnya) Lek Jikin mulai menggergaji besi peninggalan belanda seberat 9 Kg itu, Setelah itu dikeluarkan isinya dan dibuang ke kali, maka besi itu diolah di Pande besi beliau menjadi. 18 buah golok.

Suatu siang karena Lek Jikin sudah lelah dan gergajinya juga sudah tumpul maka bom sisanya langsung dibakar di perapian sembari membakar, karena waktu sudah dhuhur, maka Lek Jikin beserta karyawannya makan siang.

Di saat asyik makan siang tiba tiba terdegar suara sssoooooosss dari salen dan terdengar dentuman kuat beemmmmmm (konon dulu terdengar sampai radius 12 KM kurang lebih sampai Ketawang). Lek Jikin pun panik dan bingung setengah pusing, karena sedari pagi Lek Jikin beserta karyawannya sudah bekerja menghasilkan 14 golok ternyata golok itu terbang entah kemana dan tak tau rimbanya, bahkan alat pemukul golok diketahui terbang dalam radius 500 meter di belakang rumah Lek Run. Alat alat kerja Lek Jikin pun semuanya musnah. ternyata Bom peninggalan belanda itu masih aktif. Ketika diwawancara Lek jikin berkata, "kirain dibakar ndak papa, wong sudah saya gergaji sedikit , eee malah njeblug."

Kejadian itu di tahun 1971 menghebohkan warga Desa Suren, yang sedang asyik makan siang tiba tiba terdengar dentuman keras. Kerugian ditaksir kalau kurs sekarang sekitar Rp 3.000.000.- dihitung dari jumlah golok yang terbang, gaji 3 orang karyawan dan hilangnya alat alat kerja, dan juga atap salen yang bolong.

Dari kejadian tadi penulis berpesan apabila menemukan senjata peninggalan Belanda atau sesuatu yang mencurigakan segera laporkan ke Kepolisian terdekat.Cn






Assalamualaikum dumateng panjenengan sing gadhah pawartos seputar suren monggo dipun email teng desasuren@gmail.com supados rencang rencang saged maos lan samangke bade kulo unggah wonten blog niki. maturnuwun. admin