Uji coba peluncuran permainan
roket air di Desa Suren
SUREN – Jaman dulu, anak-anak desa
Suren Kutoarjo, memiliki berbagai permaian tradisional, diantaranya ada lowok
(bermain ketangkasan karet gelang), dir-diran (permainan kelereng yang bikin
betah ga pulang-pulang), dres-dresan (permainan petak umpet), kasti (sudah tau
semua lah ya), bedil-bedilan carang (membuat tembakan mainan memakai ranting bambu),
bedil-bedilan gagang gedhang (mainan tembakan berbahan daun pisang), plinteng
(semacam ketapel untuk menembak burung), dan lain-lain.
Anak-anak kecil dari Desa Suren
terkenal cerdas-cerdas, dan permainan atau dolanan mereka pun mengikuti
perkembangan jaman. Saat ini dolanan yang digandrungi anak –anak Desa Suran
adalah Permainan Roket Air. Permainan roket air belum terlalu popular di
masyarakat Desa Suren. Pasalnya, sebagian besar warga belum pernah menyaksikan
langsung roket air meluncur. Biasanya, permaianan roket air hanya ada di media
massa, seperti Koran, telivisi, radio yang memberikan berita tersebut.
Berawal
dari Tugas Sekolah
Namun, kali ini roket air benar –
benar nyata meluncur di Desa Suren. Berbekal searching di mbah Google, Adik Satya Tegar K siswa di salah satu
SMP Negeri di Kutoarjo berhasil menyelesaikan tugas sekolahnya membuat roket
air tanpa adanya pembelajaran maupun pemberian materi oleh guru. Maklum, di
K-13 siswa dituntut mandiri.
Adik Satya Tegar K tanpa ragu membuat
roket air dari botol air bekas, pipa PVC, ban bekas, isolatif, dan dop bekas.
Setelah kurang lebih 2 jam, ia menunjukkan hasil karyannya ke sang Kakak untuk
diuji coba sebelum dibawa ke sekolah.
Uji
Coba Pertama
Roket pun diisi air, dipasang
sedemikian rupa di pipa PVC, kemudian sang Kakak mempompa angin supaya masuk ke
dalam roket. Setelah dirasa, tekanan angin cukup, Adik Satya Tegar K melepas
pegangan roket air. Alhasil, roket air meluncur terbang hingga ketinggian 10
meter, jatuh tepat pada jarak 40 meter. Peluncuran pertama dianggap sukses,
tapi Adik Satya Tegar K dan Kakaknya basah kuyup.
Diminati
Anak – Anak SD
Uji coba roket yang pertama dianggap
sukses. Namanya juga, adik Satya Tegar K masih anak kecil belum ada puasnya
bermain roket air. Setiap pulang sekolah roket airnya dimainkan terus, hingga
beberapa tetangga yang masih SD kebetulan lewat. Permainan tersebut menjadi
daya tarik tersendiri. Spontan, anak-anak SD menonton permainan roket air.
Tidak jarang mereka bertanya-tanya seputar roket air dengan nada penasaran,
seperti “Kok iso mabur yo mas ?”, “Nek tuku nang endi ?”, bahkan tidak jarang
mereka ingin memilikinya “Mas, nggo aku oleh po ra ?”.
Mengenai
Kepala Orang
Suatu ketika roket air kembali
diluncurkan, kali ini dipompa dengan tekanan yang tinggi., Roket air pun
meluncur tidak seperti biasa, tinggi banget sampe melewati 3 rumah. Hingga,
akhirnya jatuh di depan rumah lik Sabar, tepat mengenai kepala lik Man (tamunya
lik Sabar). Adik Satya Tegar K dan teman-temannya mencari jatuhnya roket air di
berbagai titik, tapi tidak ketemu.
Tanpa merasa bersalah dengan mimik
wajah bangga roket dapat meluncur luar biasa, iapun menanyakan roket airnya
kepada lik Man. Lik Man pun menjawab dengan agak bigung pasalnya tidak mengerti
roket air itu apa. “Entes sirahku ketibanan botol a*q*a, tapi duwurku ora ono
opo-opo langsung langit, iki po uduk?”. Adik Satya Tegar K pun menjawab bahwa
botol tersebut adalah roket air. Lik Man tidak marah maupun jengkel karena
memang tidak sakit sama sekali. Beliau penasaran bisa-bisanya sebuah botol
dapat diluncurkan.D'Pras
Kontributor : Derajat Prasojo

